Background

Banner Iklan Top

ilustrasi apple reutersmike blakefile photo 169
trending_flat
Diterpa Masalah Bertubi-tubi, Bisnis Apple Anjlok Parah di 2025

[ad_1] Jakarta, CNBC Indonesia - Apple harus menghadapi banyak masalah jelang acara developer WWDC 2025 yang digelar tadi malam. Hal ini juga membuat bisnis pembuat iPhone anjlok parah. Reuters melaporkan saham Apple ditutup 1,2% pada hari Senin waktu setempat (9/6/2025). Sebelum acara dimulai, saham perusahaan sempat datar. Sepanjang tahun ini, saham Apple sudah anjlok lebih dari 42%. Apple menghadapi persaingan sengit di pasar China sebagai imbas ketegangan geopolitik dengan AS. Di saat bersamaan, Apple juga menghadapi ancaman tarif 25% dari pemerintahan Trump untuk penjualan iPhone di AS yang diimpor dari negara lain. Pada saat acara, perusahaan mengumumkan serangkaian fitur AI. Reuters menyebut pengumuman ini sebagai pengembangan tambahan termasuk terjemahan saat panggilan telepon. Apple juga akan menawarkan alatnya sendiri kepada para pengembang, selain dari perusahaan lain. "Kami membuka akses bagi aplikasi apapun memanfaatkan langsung model bahasa besar di perangkat yang menjadi inti Apple," kata […]

cnbc indonesia tv 1744087718010 169
trending_flat
Saham Apple Anjlok Gara-Gara Tarif Impor Trump

[ad_1] Jakarta, CNBC Indonesia - Saham Apple anjlok sekitar 9% ke level USD 203 atau sekitar Rp 3,4 juta per lembar saham. Hal ini terjadi lantaran kebijakan tarif impor yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Simak informasi selengkapnya dalam program Profit di CNBC Indonesia (Selasa, 08/04/2025) berikut ini. [ad_2] Source link

image 20241029145739
trending_flat
Penjualan iPhone di China Anjlok, Apple Kalah dari Merek Lokal?

[ad_1] Mark Gurman - Bloomberg News Bloomberg, Apple Inc melaporkan penurunan penjualan iPhone dan bisnisnya di China selama musim liburan. Kemerosotan ini merusak kuartal yang seharusnya kuat bagi perusahaan paling berharga di dunia tersebut. Dalam pernyataannya pada Kamis (30/1/2025) waktu setempat, Apple mengatakan pendapatan dari China anjlok 11% menjadi US$18,5 miliar pada kuartal pertama tahun fiskal, yang berakhir pada 28 Desember. Para analis telah mengantisipasi kenaikan menjadi US$21,6 miliar. Sementara itu, penjualan iPhone turun kurang dari 1% menjadi US$69,1 miliar. Wall Street memproyeksikan sebesar US$71 miliar. Laporan ini memunculkan kembali kekhawatiran tentang China, salah satu pasar terbesar Apple, di mana perusahaan tersebut berusaha menangkis persaingan dari merek-merek lokal. [ad_2] Source link

Bannet Iklan Mid

Login to enjoy full advantages

Please login or subscribe to continue.

Go Premium!

Enjoy the full advantage of the premium access.

Stop following

Unfollow Cancel

Cancel subscription

Are you sure you want to cancel your subscription? You will lose your Premium access and stored playlists.

Go back Confirm cancellation