Background

Banner Iklan Top

1752332810 ilustrasi logo deepseek ap photoandy wong 1 169
trending_flat
Waduh, Jerman Tiba-tiba Minta Apple & Google Hapus DeepSeek

[ad_1] Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Jerman meminta Apple dan Google untuk menghapus aplikasi AI asal China, DeepSeek, dari toko aplikasi mereka.Permintaan ini disampaikan langsung oleh Komisioner Perlindungan Data Jerman, Meike Kamp, karena kekhawatiran soal transfer ilegal data pengguna ke China.Kamp menambahkan, dua raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut kini harus segera meninjau permintaan ini dan memutuskan apakah akan memblokir aplikasi DeepSeek di Jerman. Meski begitu, mereka belum menetapkan batas waktu tertentu."DeepSeek belum mampu memberikan bukti meyakinkan kepada kantor saya bahwa data pengguna asal Jerman dilindungi di Tiongkok dengan standar yang setara dengan Uni Eropa," ujar Kamp, dikutip dari Reuters, Sabtu (28/6/2025).Ia menambahkan bahwa otoritas Tiongkok memiliki hak akses terhadap data pribadi dalam lingkup perusahaan yang berada di bawah pengaruh negara tersebut.Komisioner juga menyatakan bahwa pihaknya mengambil langkah ini setelah meminta DeepSeek pada bulan Mei untuk memenuhi persyaratan transfer data […]

image 20250129135824
trending_flat
Italia Blokir DeepSeek, Khawatir Data Warganya Dimanfaatkan China

[ad_1] Bloomberg Technoz, Jakarta - Platform kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek, diblokir dari toko aplikasi Google dan Apple di Italia. Reuters melaporkan muncul pesan yang berbunyi bahwa aplikasi tersebut "saat ini tidak tersedia di negara atau wilayah tempat Anda berada." Regulator di Roma dan Irlandia menuntut jawaban dari perusahaan tersebut tentang cara mereka menangani data warga negara mereka. Pasalnya ada kekhawatiran bahwa data yang dikumpulkan chatbot baru itu bisa dimanfaatkan oleh Pemerintah China. Melansir The Guardian, Kamis (30/1/2025), aplikasi tersebut tidak tersedia di toko aplikasi Google, tetapi tersedia di toko aplikasi Apple untuk satu pengguna. Baik Google maupun Apple telah dihubungi untuk menanggapi artikel ini. Setelah chatbot China dirilis minggu lalu, hampir US$1 triliun lenyap dari indeks saham teknologi terkemuka di Amerika Serikat (AS). Pemerintah Inggris sendiri tak melarang warga negaranya yang ingin menggunakan aplikasi tersebut. Meski begitu, para pejabat di […]

Bannet Iklan Mid

Login to enjoy full advantages

Please login or subscribe to continue.

Go Premium!

Enjoy the full advantage of the premium access.

Stop following

Unfollow Cancel

Cancel subscription

Are you sure you want to cancel your subscription? You will lose your Premium access and stored playlists.

Go back Confirm cancellation