Gara-Gara China, Starbucks hingga Under Armour Rela Lakukan Ini
[ad_1] Jakarta, CNBC Indonesia — Meski pertumbuhan ekonomi China melambat, pasar konsumen terbesar kedua dunia tetap menjadi magnet bagi merek global. Tantangan persaingan lokal mendorong perusahaan asing menyesuaikan strategi agar tetap relevan dan menarik hati konsumen China. Salah satu contoh sukses datang dari Starbucks. Raksasa kopi asal Amerika Serikat ini menggabungkan menu lokal, desain gerai unik, dan strategi digital untuk memikat konsumen muda China. Minuman khas seperti matcha latte dan red bean frappuccino menghadirkan cita rasa lokal, sementara interior gerai yang mengadopsi elemen budaya China menciptakan pengalaman unik bagi pelanggan. Starbucks juga memanfaatkan media sosial lokal seperti Douyin dan WeChat untuk promosi, penjualan online, dan membangun komunitas pelanggan. Hasilnya, Starbucks tetap kuat bersaing meski banyak brand lokal agresif menggaet konsumen muda. Selain Starbucks, Kraft Heinz juga menyesuaikan strategi pemasaran di China. Untuk meningkatkan penjualan saus tomat, perusahaan bekerja sama dengan agen […]



