Background

Banner Iklan Top

8fe53f86 db0c 4a55 b779 7a29f1ade21c 169
trending_flat
Ditekan Presiden, Raksasa Teknologi Makin Sempoyongan

[ad_1] Jakarta, CNBC Indonesia - Intel sedang menghadapi tekanan politik dari Pemerintahan Amerika Serikat (AS). Presiden Trump secara terbuka mendesak CEO Intel Lip-Bu Tan untuk mundur dari jabatannya, dengan alasan hubungan bisnis Tan dengan sejumlah perusahaan China.Trump menilai Tan sangat memiliki konflik kepentingan karena koneksinya dengan China. Reuters pada April lalu melaporkan Tan berinvestasi di ratusan perusahaan China, beberapa di antaranya diduga terkait militer Negeri Tirai Bambu.Situasi ini menjadi distraksi besar bagi Tan yang baru menjabat enam bulan lalu dan sedang berjuang mengembalikan kejayaan Intel. Alih-alih fokus pada efisiensi biaya dan restrukturisasi, kini ia harus menghadapi tekanan politik dari Gedung Putih."Ini mengganggu," kata Ryuta Makino, analis di Gabelli Funds, salah satu investor Intel, dikutip dari Reuters, Senin (11/8/2025).Menurutnya, Trump kemungkinan akan menuntut Intel berinvestasi lebih besar di AS, padahal kemampuan perusahaan belum sebanding dengan raksasa seperti Apple atau Nvidia.Sebelumnya, Nvidia […]

tim cook tiba untuk konferensi media dan teknologi tahunan allen and co sun valley di sun valley res.png; charset="utf 8"
trending_flat
Apple Makin Sempoyongan, CEO Diminta Mundur

[ad_1] Jakarta, CNBC Indonesia - Firma riset LightShed Partners terang-terangan mengatakan Apple harus mempertimbangkan untuk mengganti CEO Tim Cook. Dalam catatan ke klien yang dilihat Bloomberg, analis Walter Piecyk dan Joe Galone mengatakan Apple saat ini membutuhkan CEO yang fokus pada produk, bukan hanya mengutamakan logistik. Bloomberg mencatat saham Apple sudah tertinggal jauh dari para pesaing seperti Microsoft dan Meta sepanjang 2025. Apple kehilangan momentum dalam persaingan menghadirkan fitur-fitur kecerdasan buatan (AI) yang menarik di lini produknya. Saham Apple anjlok 16% pada tahun 2025, dibandingkan dengan kenaikan 25% untuk Meta dan 19% untuk Microsoft."Ketiadaan AI dapat secara fundamental mengubah arah jangka panjang perusahaan dan kemampuannya untuk tumbuh. AI akan membentuk kembali industri-industri di seluruh ekonomi global, dan Apple berisiko menjadi salah satu korbannya," tertulis dalam catatan LightShed Partners yang diintip Bloomberg, dikutip dari MacRumors, Rabu (16/7/2025). Patut dicatat bahwa penurunan […]

Bannet Iklan Mid

Login to enjoy full advantages

Please login or subscribe to continue.

✖

Go Premium!

Enjoy the full advantage of the premium access.

✖

Stop following

Unfollow Cancel

✖

Cancel subscription

Are you sure you want to cancel your subscription? You will lose your Premium access and stored playlists.

Go back Confirm cancellation

✖